Nak Kelas awq

Nak Kelas awq
Perpisahan & Perjumpaan

Senin, 29 November 2010

Hiu-Hiu Kecil, Siapa Takut?????



            Seseorang bercerita pada saya tentang pentingnya mengundang hiu-hiu kecil dalam kehidupan kita, ia menceritakan sebuah analog yang sangat menarik. Sehingga saya pun sangat  serius mendengarkannya, ceritanya begini : bahwa tenyata orang-orang Jepang sangat menyukai makanan mentah terutama ikan mentah yang segar, namun Negara  Jepang memilki perairan yang terbatas sehingga tidak memilki persediaan ikan yang cukup memenuhi kebutuhan bangsanya. Para nelayan Jepang harus mengarungi lautan luas dan menempuh parjalanan yang jauh. Agar ikan tetap segar, para nelayan mendisain kapal dengan ukuran besar, makin jauh mereka mencari tentu makin jauh pula jarak mereka pulang ke daratan.
            Dengan begitu, tentu ikan hasil tangkapan nelayan sudah tidak segar lagi. Bahkan sebagian aroma ikan sudah tidak sedap dan mempengaruhi selera makan pembelinya. Orang-orang Jepang tentu mengetahui hal itu dan tidak akan mau mengkomsumsi ikan yang tidak segar lagi. Maka harga ikan hasil tangkapan pun jatuh. Dan nelayan tentu mengalami kerugian. Namun mereka para nelayan tidak kehilangan akal. Mereka menaruh lemari pendingin dikapal mereka. sehingga jika mendapat ikan langsung mereka masukkan kelemari pendingin untuk menurunkan resiko ikan membusuk. Namun tetap saja para penggemar ikan Jepang ternyata dapat membedakan mana ikan yang masih segar dan mana ikan beku. Mereka tidak senang dengan ikan yang dibekukan. Maka harga jual ikanpun tetap menurun.
            Nelayan Jepangpun tetap memutar otak agar tidak rugi. Lalu mereka menaruh tangki besar didalam kapal. Setiap ada ikan hasil tangkapan maka dimasukkan ke tangki besar tersebut. Dengan begini kesegaran ikan akan tetap terjaga. Namun dugaan nelayan meleset, ternyata ikan yang ada didalam tangki itu tidak mampu bergerak lincah sebagaimana geraknya dilaut lepas. Dan ternyata berkurangnya gerakan ikan mempengaruhi kesegarannya. Kembali penggemar ikan tidak menyukai ikan yang fisiknya tidak segar.
            Akhirnya para nelayan memasukkan ikan hiu-hiu kecil kedalam tangki mereka, tentu ikan hiu kecil ini dapat memakan beberapa ikan didalam tangki, namun karena itulah terjadi kepanikan ikan-ikan di dalamnya yang menyebabkan mereka akan bergerak lincah menghindari seragan hiu tersebut. Dengan begitu tentu ikan hasil tangkapan nelayan tetap segar sampai ke pelabuhan. Dan para penggemar ikanpun tentu senang dengan ikan-ikan yang segar.
            Ternyata jika kita ingin agar hidup kita bergerak lincah, kita harus berani mengundang hiu-hiu kecil didalamnya. Memang sebagian besar orang menghindari hal itu, namun cobalah anda lakukan percobaan sederhana terhadap teman anda yang mengatakan saya tidak bisa berlari, badan saya gemuk, dan kaki saya sakit. Sekarang tempatkan dia pada lorong sempit dan dibelakang mereka kita lepaskan beberapa anjing galak. Apakah mereka tetap akan mengatakan kalau mereka tidak dapat berlari? Tentu mereka akan lari terbirit-birit.
            Ia menambahkan contohnya pada sebuah tanyangan televisi, ditayangan itu ditampilkan seorang guru yang mengajari anak didiknya berenang. Untuk menigkatkan prestasi muridnya, maka ia mengiming-imingi hadiah yang besar. Namun tak mampu meningkatkan motivasi mereka. Akhirnya ia punya ide yang aneh. Setiap muridnya berenang 2-3 detik kemudian akan dilepaskan buaya-buaya kecil dibelakangnya. Lalu sang guru berkata “buaya ini akan mengejar setiap yang bergerak di air, jadi berenanglah sekuat tenaga agar tidak digigit oleh buaya ini”. Hasilnya semua anak didiknya memecahkan rekor mereka.
            Jadi beranilah mengundang hiu-hiu kecil dalam kehidupan kita mulai sekarang, maka hidup akan menjadi lebih hidup dan penuh dengan gairah,, BELIEVE OR NOT, Buktikanlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar